Banyak yang berpikir bahwa setelah saya tinggal di luar negri maka pola pikir dan kehidupan saya otomatis akan berubah.
Hmmmm... Pada dasar nya sie ga banyak perubahan juga ya.
Saya tetap pencinta bakso, rendang, dan juga tahu tempe :p
Kalau kehidupan berubah sudah pasti ya, otomatis saya harus bisa seperti bunglon yang bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan nya.
Seperti contoh :
- Mayoritas orang disini terbiasa berjalan kaki dan yang pasti nya saya juga jadi terbawa situasi itu.
- Saya harus membiasakan diri memasak, karena untuk makan diluar itu mahal. Hehehe...
Pola pikir berubah? Kalo pola pikir berubah saya rasa masih wajar karena kita melihat dan bertemu berbagai macam orang baru. Hanya seberapa banyak perubahan pola pikir itu, dan perubahan itu positif atau negatif.
Di bilang sombong? Hmmmm... ini konteks yang agak berat. Pertama kali datang kesini, sempet ketemu beberapa orang Indonesia juga tapi bukan keramahan khas Indonesia yang saya dapatkan (orang Indonesia terkenal dengan senyumannya dan keramahannya di mata dunia). Yang saya dapatkan adalah pandangan mata mereka ke arah saya untuk melihat dari ujung kaki ke ujung kepala dan waktu saya coba senyum tapi sebagian mereka malah buang muka.
Berdasarkan beberapa kali pengalaman tersebut akhirnya saya cuek juga deh kalau ketemu beberapa orang Indonesia disini. Miris kan?
Intinya saya tetap orang Indonesia tapi saya hanya belajar menyesuaikan diri saya di negara orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar